Fire Alarm System (FAS)
Fire Alarm System (FAS) merupakan sistem yang digunakan untuk mendeteksi adanya indikasi kebakaran, seperti asap, panas, maupun api, kemudian memberikan peringatan kepada penghuni atau petugas agar dapat dilakukan tindakan penanganan dengan cepat. Sistem ini terdiri atas berbagai perangkat deteksi, pengendalian, pemberitahuan, serta perangkat pendukung yang bekerja secara terintegrasi.
Fire Alarm System banyak digunakan di bandar udara, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, gedung pemerintahan, dan berbagai fasilitas umum lainnya sebagai bagian dari sistem keselamatan dan perlindungan terhadap bahaya kebakaran.
Fungsi
Fire Alarm System memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
Mendeteksi indikasi awal terjadinya kebakaran.
Memberikan peringatan kepada penghuni atau petugas.
Menunjukkan lokasi atau zona terjadinya indikasi kebakaran.
Mempercepat proses penanganan keadaan darurat.
Mendukung sistem keselamatan dan evakuasi penghuni gedung.
Di Bandar Udara Juwata Tarakan, Fire Alarm System digunakan untuk memantau kondisi berbagai area (gedung Terminal, gedung Administrasi, gedung Pergudangan) dan memberikan peringatan apabila terdeteksi adanya indikasi kebakaran sehingga petugas dapat melakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Komponen Utama
Sebuah sistem Fire Alarm System umumnya terdiri atas beberapa komponen berikut.
Master Control Fire Alarm (MCFA) / Fire Alarm Control Panel (FACP); merupakan panel utama yang berfungsi menerima, memproses, dan menampilkan informasi dari perangkat deteksi seperti Smoke Detector, Heat Detector, dan Manual Call Point. Panel juga mengendalikan perangkat pemberitahuan seperti alarm bell atau sounder serta memberikan informasi mengenai kondisi alarm maupun gangguan pada sistem.
Smoke Detector; merupakan perangkat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan partikel asap di udara sebagai indikasi awal terjadinya kebakaran.
Heat Detector; berfungsi mendeteksi kenaikan suhu atau temperatur yang mencapai batas tertentu sebagai indikasi adanya kebakaran.
Manual Call Point (MCP); merupakan perangkat yang memungkinkan seseorang mengaktifkan alarm secara manual ketika melihat adanya kebakaran atau kondisi darurat.
Alarm Bell atau Sounder; digunakan untuk memberikan peringatan berupa suara ketika sistem mendeteksi kondisi alarm.
Indicator Lamp atau Zone Indicator; berfungsi memberikan informasi visual mengenai kondisi atau zona yang mengalami alarm maupun gangguan.
Baterai Backup; digunakan sebagai sumber daya cadangan agar Fire Alarm System tetap dapat beroperasi ketika terjadi gangguan pada sumber listrik utama.
Kabel Fire Alarm; digunakan sebagai media penghubung antara Fire Alarm Control Panel dengan detector, Manual Call Point, alarm, dan perangkat lainnya.
End of Line (EOL); merupakan komponen yang digunakan pada sistem tertentu untuk membantu panel memantau kondisi jalur kabel dan mendeteksi adanya gangguan seperti kabel terputus.
Jenis Sistem Fire Alarm; berdasarkan metode pengawasan dan pengalamatan perangkat, Fire Alarm System yang umum digunakan antara lain:
Conventional Fire Alarm System; merupakan sistem yang membagi perangkat deteksi ke dalam beberapa zona. Ketika terjadi alarm, panel dapat menunjukkan zona yang mengalami indikasi kebakaran, tetapi umumnya tidak dapat menunjukkan perangkat detector secara spesifik. Sistem ini menggunakan rangkaian kabel per zona dan banyak digunakan pada bangunan dengan area yang tidak terlalu kompleks.
Addressable Fire Alarm System; merupakan sistem yang setiap perangkat deteksinya memiliki alamat (address) masing-masing. Fire Alarm Control Panel dapat mengidentifikasi perangkat secara lebih spesifik, sehingga ketika terjadi alarm atau gangguan, lokasi perangkat yang bermasalah dapat diketahui dengan lebih tepat. Sistem ini cocok digunakan pada bangunan yang memiliki area luas dan membutuhkan pemantauan yang lebih detail.
Semi-Addressable Fire Alarm System; merupakan sistem yang menggabungkan karakteristik sistem conventional dan addressable. Sistem ini dapat menggunakan perangkat atau modul tertentu yang memungkinkan informasi dari suatu area atau kelompok perangkat diidentifikasi oleh panel dengan lebih spesifik dibandingkan sistem conventional. Pada beberapa sistem, perangkat detector conventional dapat dihubungkan melalui module atau zone interface sehingga dapat dipantau oleh panel secara lebih terstruktur.
Ruang Lingkup Kegiatan
Instalasi; Kegiatan instalasi Fire Alarm System umumnya meliputi pemasangan Fire Alarm Control Panel, Smoke Detector, Heat Detector, Manual Call Point, alarm, indicator, serta perangkat pendukung lainnya. Selanjutnya dilakukan penarikan dan terminasi kabel, pemasangan baterai backup, konfigurasi zona atau alamat perangkat sesuai jenis sistem, serta pengujian detector dan alarm untuk memastikan seluruh sistem berfungsi dengan baik.
Perawatan; Perawatan rutin dilakukan dengan membersihkan detector dari debu, memeriksa kondisi kabel dan konektor, memastikan Fire Alarm Control Panel berfungsi normal, memeriksa kondisi baterai backup, menguji Smoke Detector dan Heat Detector, serta melakukan pengujian alarm dan Manual Call Point secara berkala agar sistem tetap siap digunakan.
Troubleshooting; Gangguan yang umum terjadi pada Fire Alarm System meliputi detector tidak merespons, alarm tidak berbunyi, panel menunjukkan kondisi trouble, zona mengalami gangguan, kabel terputus, baterai backup melemah, maupun munculnya alarm palsu. Penanganannya dilakukan dengan memeriksa sumber daya, kabel, konektor, kondisi detector, baterai, konfigurasi panel, serta mengganti atau memperbaiki komponen yang mengalami kerusakan apabila diperlukan.